Sebagai blog pribadi tempat berbagi hal-hal tentang Dunia IT, IoT, Islam, Internet Marketing dan segala bentuk kebaikan untuk ditularkan

Latest Post

Foto: detikfoodFoto: detikfood

Futiha.com Gorontalo - Goroho merupakan salah satu jenis pisang Gorontalo. Digoreng ketika mengkal tanpa tepung rasanya empuk gurih. Apalagi dicocol sambal sagela. Sedap!

Bukan hanya di Jawa, Gorontalo juga punya bermacam-macam jenis pisang. Seperti pisang gapi cantik yang dapat pribadi dimakan sebagai buah segar. Karena cantik dan harum aromanya. Selain itu ada juga pisang yang khusus untuk diolah. Seperti pisang capatu atau sepatu, pisang pagata dan pisang raja serta pisang goroho.

Di antara bermacam-macam jenis pisang khas Gorontalo, pisang goroho yang paling populer. Pisang ini termasuk keluarga Musa acuminafe,sp. Seperti jenis pisang pada umumnya, pisang goroho juga ditanam di kebun atau halaman rumah sebagai tanaman kebutuhan sehari-hari.

Berbeda dengan pisang lain yang menunggu masak untuk disantap, pisang goroho umumnya dikonsumsi ketika masih mengkal, kulitnya hijau dan teksturnya keras. Jika sudah masak akan lembek dan asam rasanya. Diolah dengan cara digoreng atau dikukus.

Baca Juga : Mau Ngopi? Ini 7 Pilihan Pisang Goreng untuk Teman Ngopi

Pisang Goroho Digoreng 'Telanjang', Aduh Enaknya!Foto: detikfood

Untuk menggoreng, pisang dikupas kulitnya kemudian dipotong membujur agak tebal atau bentuk balok kecil menyerupai french fries. Kemudian digoreng pribadi dalam minyak panas dan banyak sampai kuning keemasan dan kering.

Jadi pisang goroho cukup digoreng 'telanjang' tanpa gabungan tepung. Karena teksturnya akan garing renyah di luar dan empuk gurih di dalam. Tak ada rasa cantik sama sekali. Karenanya pisang ini lezat dicocol dengan sambal sagela atau sambal ikan roa yang pedas menyengat.

Pisang Goroho Digoreng 'Telanjang', Aduh Enaknya!Foto: detikfood

Jika tak suka gorengan, orang Gorontalo biasa menikmati pisang ini dengan dikukus utuh. Dinikmati sebagai pengganti nasi, disantap dengan bermacam-macam lauk-pauk. Karena empuk, gurih dan cenderung tawar, pisang ini terasa lezat dimakan dengan lauk.

Selain itu, pisang ini dianggap sebagai sumber karbohidrat yang baik untuk penderita diabetes. Karena indeks glekemiknya rendah dan gampang dicerna. Selain ini juga mengandung antioksidan, vitamin C, sejumlah mineral menyerupai kalium, magnesium, fosfor, kalsium, dan zat besi.

Pisang Goroho Digoreng 'Telanjang', Aduh Enaknya!Foto: detikfood

Kalau ingin menikmati pisang goroho, di Gorontalo dijajakan sebagai jajanan kaki lima. Di sore hari Anda dapat mengunjungi kompleks Murni untuk menikmati pisang ini hangat-hangat.

Kabarnya sekarang beberapa kafe di Gorontalo juga sajikan pisang goroho dengan aneka topping menyerupai cokelat dan keju. Pisang goreng yang empuk gurih ini lezat dinikmati dengan kopi hangat di pagi atau sore hari. Tetapi juga lezat buat kudapan kapan saja alasannya ialah cukup mengenyangkan.

Baca Juga : Makan Pisang Bisa Cegah Serangan Jantung dan Stroke, Ini Alasannya?

Foto: iStockFoto: iStock

Futiha.com Jakarta - Green curry khas Thailand dapat jadi pilihan makan siang. Dengan paduan penggalan ayam atau ikan sangat nikmat disantap dengan nasi putih. Mau coba?

Bosan dengan kuliner Indonesia, kali ini Anda dapat menentukan sajian berkuah hangat dari Thailand. Kalau ingin mencicip green curry yang enak, eksklusif saja mampir ke beberapa restoran ini.

Baca juga: 5 Resto Thailand Ini Punya Menu Enak dan Cocok Buat Nongkrong

1. Santhai

Siang Ini Enaknya Makan Green Curry Khas Thailand di 5 Tempat IniFoto: iStock

Di daerah Tebet, Anda dapat mencicip sajian kuliner Thailand di sini. Kuah kari yang berwarna hijau ini mempunyai citarasa rempah yang nikmat. Tak hanya daging ayam, Anda juga dapat memesannya dengan paduan kepala ikan salmon. Enak dinikmati dengan nasi.

Selain green curry, Anda juga dapat mencicip sajian lainnya yang tak kalah enak. Ada nasi goreng, tom yum, red curry sampai salad. Mau coba?

Santhai
Kota Kasablanka lantai LG
Jl. Casablanca Raya, Tebet
Telp: (021) 29465137

2. Greyhound Cafe

Siang Ini Enaknya Makan Green Curry Khas Thailand di 5 Tempat IniFoto: iStock

Greyhound Cafe merupakan restoran asal Bangkok yang membuka cabangnya di Indonesia. Dengan interior modern yang didominasi warna hitam dan putih, Anda dapat mencicip bermacam-macam sajian khas Thailand ibarat sup, salad, sandwich maupun olahan nasi. Termasuk tom yum, curry sampai nasi goreng Thailand.

Salah satu yang dapat Anda coba selain Noodle in Tom Yum Koong yang berkuah segar, Anda juga dapat memesan green curry. Thai Chicken Green Curry dengan chunky toast disajikan hangat-hangat. Makin yummy diiringi dengan minum Thai Tea Granita berupa es serut dengan siraman Thai Tea.

Greyhound Cafe
Grand Indonesia Mall Lt. Ground, West Mall
Jl. MH Thamrin No. 1
Jakarta Pusat
Telp: 021-23581363

Baca Juga: Greyhound Cafe: Di Sini Ada Mie Kuah, Tom Yum, dan Thai Tea Granita yang Segar

3. Jittlada Restaurant


Siang Ini Enaknya Makan Green Curry Khas Thailand di 5 Tempat IniFoto: iStock

Ada bermacam-macam hidangan khas Thailand di Jittlada Restaurant. Seperti roast duck curry, panang curry, red curry dan green curry. Untuk kari hijaunya ada pilihan daging sapi atau ayam. Sajian berkuah kental ini dilengkapi dengan penggalan terung kecil.

Jittlada Restaurant
Grand Indonesia Mall Lt. 3A, Sky Bridge
Jl. MH Thamrin
Thamrin
Jakarta Pusat
Telp: 021-23580573

4. Thai Street

Siang Ini Enaknya Makan Green Curry Khas Thailand di 5 Tempat IniFoto: iStock

Selain dapat mencicip sajian jajanan dan kuliner khas Thailand populer, Anda juga dapat mencicip semangkuk Thai Chicken Green Curry dengan paduan terung hijau yang nikmat. Sluurp! Kuahnya gurih hangat dengan paduan rasa gurih dengan santan yang tak terlalu kental. Selain itu, Anda juga dapat menikmati bermacam-macam omelette yang yummy dengan isian aneka seafood. Nyam!

Thai Street
Gandaria City, LG
Jl. Sultan Iskandar Muda
Gandaria, Jakarta Selatan
Telp: (021) 27514538

5. Thai Alley

Siang Ini Enaknya Makan Green Curry Khas Thailand di 5 Tempat IniFoto: iStock

Di restoran ini hampir semua sajian Thailand tersedia. Ada Tom Yam Talay, Tom Yam Goong, Tom Kha Gai, Gang Gwio Warn sampai nasi goreng khas Thailand yang nikmat.

Dengan rasa yang autentik, semangkuk Thai Green Curry (Gang Gwio Warn) dapat dicicip. Dengan paduan daging sapi atau ayam, Anda dapat menikmatinya dengan nasi. Enak dan bikin kenyang!

Thai Alley
Pacific Place Mall, Lantai 5
Jl. Jenderal Sudirman
SCBD, Jakarta
Telp: (021) 57973600

Baca juga: Siang Ini Enaknya Makan Nasi Goreng Tom Yam Khas Thailand di 5 Tempat Ini

Foto: dok. detikFoodFoto: dok. detikFood

Futiha.com Makassar - Selain Bantimurung dan Rammang-Rammang, ada daerah menarik dan layak dikunjungi. Namanya, Pantai Tak Berombak (PTB). Sambil menanti senja, Anda dapat menikmati aneka jajanan lezat di sini.

Terletak di sentra kota Maros, tepatnya di Kelurahan Taroada, Kecamatan Turikale, sebuah danau buatan seluas 2 hektare membentang. Di sekeliling danau ini, ada ratusan pedagang kaki lima yang menjajakan aneka ragam masakan dari minuman hingga makan.

Anda dapat menentukan masakan tradisional maupun masakan kekinian. Namun, lebih asyik merasakan aneka masakan tradisional yang mulai punah namun masih tetap diminati oleh banyak pengunjung.

Salah satunya, kudapan elok tradisional yang dikenal dengan nama Putu Cangkiri. Kue yang berbahan dasar tepung beras dan kelapa ini, masih menjadi kudapan elok primadona di antara sekian banyak kudapan elok di sini. Rasanya yang elok dan gurih, dapat jadi masakan ringan lezat sebelum makan malam.

Asyiknya Menyeruput Sarabba dan Ngemil Putu Cangkiri di PTBFoto: dok. detikFood

Putu Cangkiri ini tidak akan lengkap jikalau tidak disandingkan dengan minuman khas yang dikenal dengan nama Sarabba. Di Pulau Jawa, Sarabba ini dikenal dengan nama wedang jahe atau Bajigur, hanya saja, minuman khas Bugis-Makassar ini lebih banyak menggunakan adonan rempah.

Baca Juga: Bajigur dan Saraba, Minuman Hangat nan Nikmat Khas Indonesia

"Setiap senja hingga malam, daerah ini memang sangat ramai. Bukan hanya bagi muda-mudi, tapi juga banyak keluarga. Mereka ke sini untuk menikmati pemandangan dan juga merasakan masakan yang beragam," kata salah seorang pengunjung, Nurhana, Selasa (13/3/2018).

Di daerah ini, Anda tidak usah merogoh kocek yang banyak untuk sekedar duduk dan nongkrong. Selain telah disiapkan daerah duduk dengan taman-taman rimbun, harga makanannya ramah dikantong. Dengan modal Rp 15 ribu, traveler sudah dapat menikmati segelas Sarabba dan 5 buah putu cangkir.

Asyiknya Menyeruput Sarabba dan Ngemil Putu Cangkiri di PTBFoto: dok. detikFood


Selain dua hidangan tersebut ada juga masakan khas Bugis-Makassar lain menyerupai Coto, Konro dan Pallu Basa. Harganyapun sangat terjangkau, sebab di daerah ini, pedagang kaki lima tidak dipungut sewa daerah oleh pihak Pemerintah Daerah. Mereka hanya diwajibkan membayar lsitrik dan uang kebersihan.

Untuk menikmati pemandangan senja yang memukau, Anda dapat duduk di potongan timur atau di anjungan yang berada sebelah barat di atas danau PTB. Saat senja, mata akan terpukau dengan pemadangan awan dengan biasan cahaya jingga yang sudah mulai tenggelam.

"Tidak ada daerah lain di tengah kota yang indah menyerupai ini. Selain untuk makan,kita dapat menikmati pemandangan senja dan gemerlapnya lampu malam. Soal masakan gak usah khawatir di sini sangat murah meriah," sebut Nurhana.

Asyiknya Menyeruput Sarabba dan Ngemil Putu Cangkiri di PTBFoto: dok. detikFood

Sejak diresmikan pada awal tahun 2011, PTB ini menjadi sentra wisata masakan satu-satunya yang ada di Maros. Awalnya, lokasi ini menjadi daerah relokasi pedagang kaki lima yang berjualan di pinggir jalan poros. Setelah ditata, lokasi ini bermetamorfosis menjadi arena wisata keluarga dan masakan terbaik di Indonesia pada tahun 2013.

"Tahun 2013 Bupati Maros, Hatta Rahman meraih penghargaan sebagai juara pertama dalam kategori tata kelola pemerintahan Innovative Govermant Award (IGA). Penghargaan ini dari hasil penataan kaki lima oleh Pemerintah ketika itu," kata Kadis Pariwisata Maros, Kamaluddin Nur.

Asyiknya Menyeruput Sarabba dan Ngemil Putu Cangkiri di PTBFoto: dok. detikFood

Asal muasal penamaan Pantai Tak Berombak sendiri didasarkan pada danau buatan yang berada sempurna di tengah lokasi wisata masakan ini. Karena tidak mempunyai ombak, makanya disebutlah sebagai pantai tak berombak. Selain itu, warga Maros juga sangat erat dengan penamaan pantai Losari di Makassar sehingga digunakannlah kata pantai.

"Yah dulu masyarkat kita kan taunya hanya pantai Losari. Pas ini ada, terbawalah nama pantai itu. Karena danaunya tidak ada ombaknya, makanya disambunglah menjadi Pantai Tak Berombak menyerupai ketika ini," jelas Kamaluddin.

Baca Juga: Gurih Kental Palubasa Ayam yang spesial dari Makassar

Foto: NugrahaFoto: Nugraha

Futiha.com Jakarta - Penyanyi berjulukan orisinil Muhammad Devirzha ini ternyata doyan makanan pedas. Apalagi sajian khas tempat tempat ia tinggal dulu, di Medan.

Ditemui dalam program d'Hot Music Day (9/3), Virzha bercerita soal makanan kesukaannya. Saat berada di Medan, ia sangat gemar makan pecel mie. Jajanan ini berisi suun yang disiram kuah kacang. Mirip dengan pecel sayur di sini.

Tapi alasannya ketika ini ia dan keluarganya tinggal di Jakarta, ia beralih ke jajanan berkuah kacang lain sepeti batagor. "Karena di sini nggak ada pecel mie, siomay dicampur batagor di kasih kuah kacang. Nah itu yang buat saya suka," tutur Virzha.
Doyan Pedas, Tenyata Ini Makanan Buatan Sang Bunda Kesukaan Virzha!Foto: Asep Syaifullah

Bicara soal makanan pedas, penyanyi bersuara seksi ini ternyata juga doyan makan makanan pedas. Lauk pedas favoritnya juga berasal dari Medan, ialah Sambal Teri Medan. Sambal teri yang dipadu dengan nasi hangat sangat menggugah selera makan Virzha. Apalagi jikalau dibentuk pribadi oleh ibunda tercinta.

"Dari dulu sampe kini saya selalu dimasakin teri sambal. Kalau makan, cukup sama teri sambal sama nasi putih itu udah cukup," ujar Virzha.

Ia juga mengaku jikalau jarang jajan di luar alasannya ibunya gemar masak. Ia lebih memlih memberitahu ibunya mengenai makanan yang ia inginkan daripada beli di luar. Beruntungnya, sang ibu dengan bahagia hati memasak makanan yang ia inginkan. Walau masakannya belum pernah ia buat sekali pun.
Doyan Pedas, Tenyata Ini Makanan Buatan Sang Bunda Kesukaan Virzha!Foto: detikfood

Tapi berdasarkan penyanyi berusia 27 tahun ini mengaku jikalau sambal buatan ibunya paling lezat. Walau hanya memadukan cabai dan bawang putih saja. Saking doyan sambal, Virzha hingga menanam pohon cabai di rumahnya, lho.

"Aku di rumah juga ada pohon cabe. Kaprikornus nggak harus belanjan cabe. Kan pribadi dari pohon cabenya, pribadi diulek. Nah, kenikmatannya di situ," tutur Virzha bersemangat.

Selain doyan makanan pedas, ia juga pecinta kopi. Kopi Aceh Gayo jadi pillihan favorit laki-laki berambut panjang ini. Alasannya ada pada rasa asam pahit yang ada pada kopi ini.

Foto: Dok. detikFoodFoto: Dok. detikFood

Futiha.com Jakarta - Buka di malam hari, Pusat Kuliner Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata punya bermacam-macam masakan enak. Ada bakso, nasi bebek, sate, nasi uduk hingga pisang bakar.

Di seberang Taman Makan Pahlawan Kalibata, ada lebih dari 30 warung tenda masakan yang berjajar rapih bersebelahan. Semuanya buka pukul 5 sore hingga 2 pagi.

Baca juga: Huahh! Pedas Gurih Racikan Nasi Bebek Madura yang Bikin Ketagihan

Hampir semua masakan berat hingga masakan ringan sanggup kau temukan di sini. Mulai dari nasi uduk, ayam taliwang, bakso, nasi bebek, sajian masakan Jepang, soto, sop kaki kambing, seafood, burung dara goreng, sate ayam hingga sate Padang.

Salah satu warung tenda yang ada di TMP Kalibata.Salah satu warung tenda yang ada di TMP Kalibata. Foto: Dok. detikFood

Butuh sajian berkuah hangat di malam hari, kau sanggup cicip bakso di Sari Rasa Gunung Kidul. Semangkuk bakso polos dan teh tawar dibandrol dengan harga Rp 16.000. Di dalam panci terdapat bakso ukuran sedang polos dan potongan tetelan gurih. Kuahnya bening makin sedap dinikmati dengan taburan bawang merah dan seledri.

Kalau sedang ingin nasi uduk, kau sanggup mampir ke warung tenda Nasi Uduk "Arbaya" yang ramai dikunjungi para pelanggan sepulang kantor. Di sini kau sanggup mencicip bermacam-macam jenis sajian unggas mulai dari angsa goreng, ayam goreng, burung dara goreng, lele goreng hingga ati ampela.

Tenda nasi uduk yang sanggup kau cicip di sentra masakan TMP Kalibata.Tenda nasi uduk yang sanggup kau cicip di sentra masakan TMP Kalibata. Foto: Dok. detikFood

Kalau ke Arbaya tampaknya kau harus mencicip burung dara gorengnya. Karena sajian ini jadi salah satu andalannya lho. Seekor burung dara dibandrol dengan harga Rp 35.000. Enak dimakan dengan cocolan sambal!

Saisaku Jaya menyajikan warung masakan Jepang. Tersedia tempura seafood dan sayuran hingga teppanyaki yang dibandrol dengan harga sekitar Rp 23.000 hingga Rp 32.000. Terakhir, ada warung tenda yang menyerupai mirip warkop dengan nama JRC (Jajan Roti Bakar). Wedang jahe yang dibandrol dengan harga Rp 5.000 sangat nikmat dinikmati bersama dengan pisang uli bakar Rp 15.000. Hmm, sangat cocok jadi penghangat badan di malam hari.

Nah, daripada macet-macetan di jalan. Lebih baik bersantai sejenak sambil mencicip masakan yummy di sentra masakan ini. Tak hanya lengkap, harganya pun tak menciptakan kantong jebol.

Baca juga: Ada Kepiting hingga Kerang Bersaus Gurih di Warung Tenda dengan Harga Ekonomis

Foto: dok. detikFoodFoto: dok. detikFood

Futiha.com Singapura - Mampir ke Tekka Centre di Little India bisa belanja buah, sayur dan daging segar. Ada juga jajanan ikonik negeri Singa menyerupai mamak rojak dan roti prata yang sedap.

Little India jadi salah satu destinasi terkenal ketika berlibur ke Singapura. Bagi para foodies, sempatkan mampir ke Tekka Centre. Area ini terbagi jadi dua yaitu pasar berair (wet market) dan sentra jajanan.

Menilik sejarahnya, pasar Tekka sudah ada semenjak tahun 1982 namun sempat tutup di 2008 untuk renovasi. Barulah tahun 2009, pasar ini kembali dibuka dengan konsep yang lebih bersih.

Puas Belanja dan Jajan Mamak Rojak sampai Roti Prata di Tekka CentreFoto: dok. detikFood

Nama Tekka sendiri berasal dari bahasa Hokkien, 'Tek Kia Kha' yang berarti 'kaki bambu kecil.' Kata ini merujuk pada pohon bambu yang dulunya banyak tumbuh di depan pasar.

Masuk ke Tekka Centre, kau akan eksklusif disuguhi banyak sekali makanan di sentra jajanan yang sudah buka dari pagi hari. Kebanyakan pengunjungnya yakni orang India, Melayu dan Arab.

Abdul Rahim, salah seorang pemandu turis di Singapura, menjelaskan ada beberapa jajanan ikonik Singapura yang patut dicicip di Tekka Centre. "Mamak Rojak atau rojak India ini berisi aneka makanan gurih. Ada tahu, tempe, gorengan udang dan gorengan kelapa yang dipotong kecil-kecil. Dimakannya pakai sambal ubi," tutur Abdul.

Roti prata dan martabak juga masuk dalam daftarnya. Makanan ini bisa ditemui di gerai milik Zul yang sudah 8 tahun berjualan roti prata di sini. Kepada detikFood, Zul bercerita, "Yang paling terkenal di sini roti prata polos dan telur. Ada juga yang pakai kari, bila mau lebih pedas ada sambal. Sementara yang anggun dicocol gula bubuk."

Puas Belanja dan Jajan Mamak Rojak sampai Roti Prata di Tekka CentreFoto: dok. detikFood

Apem dengan gula perang dan kelapa parut jadi rekomendasi selanjutnya. Menu ini biasanya dinikmati ketika sarapan. Pendamping paling pas yakni teh alia yang diracik dari teh, susu dan jahe. Rasa jahenya bikin segar dan bisa membangkitkan energi di pagi hari.

Nah, di area pasar berair Tekka Centre, kau bisa menemukan aneka materi makanan segar. Mulai dari buah, sayur dan daging. Untuk buah, kebanyakan impor dari negara tetangga. Salah satunya king mango dari Thailand yang dibanderol SGD 10 untuk 4 buah mangga. Rasa anggun dan teksturnya yang lembut jadi ciri khas mangga ini.

Untuk daging, ada penjual yang sudah 3 generasi menjajakan daging di Tekka Centre. Pemilik G.V. Meat Distributor mengaku dalam sebulan bisa menjual 500 kg daging. "Yang paling banyak dicari orang, daging kambing. Dimasaknya cepat, dan dagingnya udah empuk dasarnya. Banyak orang India makan kambing," tutur sang pemilik.

Puas Belanja dan Jajan Mamak Rojak sampai Roti Prata di Tekka CentreFoto: dok. detikFood

Meski begitu, ada juga penjual daging non halal di pasar Tekka. Hanya saja jumlahnya cuma 3 dan lokasi berjualannya di belakang pasar. Abdul menjelaskan, "Kebanyakan pengunjung pasar ini orang India dan Melayu. Sehingga yang jual babi ada di belakang, hanya ada 3 gerai untuk memenuhi kebutuhan orang China. Ini untuk menghormati pengunjung Muslim."

Yang juga unik, di pasar Tekka jarang penjual menginformasikan harga barang jualannya. "Ini dilakukan biar ada interaksi antara penjual dan pembeli. Supaya pembeli bertanya berapa harganya dan mereka bisa bernegosiasi harga sampai mencapai kesepakatan," pungkas Abdul.

Puas Belanja dan Jajan Mamak Rojak sampai Roti Prata di Tekka CentreFoto: dok. detikFood

Nah, bagi petualang masakan yang mau berbelanja dan makan ala penduduk lokal Singapura, Tekka Centre patut dikunjungi. Pastikan tiba pagi-pagi biar semua materi makanan maupun jajanannya masih lengkap ya!

"Singapura yakni destinasi di mana kau sanggup mewujudkan impian. Kini saatnya untuk tak sekadar bersantap, dan jadilah Pecinta Makanan."

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget