Sebagai blog pribadi tempat berbagi hal-hal tentang Dunia IT, IoT, Islam, Internet Marketing dan segala bentuk kebaikan untuk ditularkan

Latest Post

Foto: Dok. detikFoodFoto: Dok. detikFood

Futiha.com Jakarta - K-Mart di Kebayoran Baru menjual aneka produk impor Korea. Di dalamnya ada juga kedai berkonsep open kitchen yang menjajakan oden serta tteok-bokki hangat. Nikmat!

Korean Mart atau K-Mart berlokasi di Grand Wijaya Centre, Kebayoran Baru. Supermarket ini kerap jadi tujuan pengunjung yang mencari barang impor Korea. Di sini tersedia bumbu masak, alat dapur, ikan segar sampai materi dasar menciptakan masakan khas Korea.

Baca Juga: Bahan Makanan dan Bumbu dari Mancanegara Makin Praktis Didapat

 Usai Belanja di Supermarket Korea Ini Bisa Jajan Oden dan Tteok-bokki HangatFoto: Dok. detikFood

Termasuk diantaranya ragam merek es krim Korea, ginseng segar dan tauge Korea. Tak ketinggalan, rice syrup, gochujang, bumbu marinasi beef galbi dan gochugaru juga bisa dibeli di sini.

Usai berbelanja, pengunjung bisa mampir ke kedai K-Bunsik di area pojok supermarket untuk mencicip jajanan khas Korea. Diantaranya gimbap, rapoki, tteok-bokki, bibimbap, oden dan ramen. Harganya berkisar Rp 10.000 sampai Rp 45.000.

Uniknya, kedai ini berkonsep open kitchen sehingga pengunjung bisa melihat proses pembuatan beberapa menu. Tteok-bokki, misalnya, dipanaskan eksklusif di atas wadah persegi depan pengunjung. Di sisiannya ada bacokan odeng terendam dalam kuah kaldu.

 Usai Belanja di Supermarket Korea Ini Bisa Jajan Oden dan Tteok-bokki HangatFoto: Dok. detikFood

Konsep ini rupanya bisa menarik perhatian pengunjung. Kepulan asap tteok-bokki yang menyeruak memancing siapapun untuk mencicip. Pengunjung bisa makan di daerah atau pesan untuk dibawa pulang. Tapi jikalau mau makan di daerah harus sabar antre dan tak bisa berlama-lama alasannya ialah ruang makannya kecil.

Baca Juga: Mau Cari Ikan Saba dan Satoimo? Semuanya Ada di Supermarket Jepang Ini!

Tteok-bokki jadi pilihan banyak orang alasannya ialah tampilan dan rasanya familiar. Berupa rice cake (tteok) yang dimasak dalam saus merah berbahan cabe merah abu (gochugaru). Teksturnya kenyal dengan balutan saus gurih sedikit pedas.

 Usai Belanja di Supermarket Korea Ini Bisa Jajan Oden dan Tteok-bokki HangatFoto: Dok. detikFood

Yang juga sayang dilewatkan ialah oden, fish cake lipat yang ditusuk stik bambu. Camilan ini terasa lembut gurih dan hangat alasannya ialah direndam kuah kaldu.

K-Bunsik buka mulai pukul 11 siang sampai 6sore. Kalau ke sini, pastikan juga mencicip rapokki-nya yang juga jadi favorit. Datanglah lebih awal biar tak kehabisan.

Foto: IstimewaFoto: Istimewa

Futiha.com Jakarta - Meski berbentuk biji kecil mungil tetapi mengandung minyak yang semerbak. Dipakai sebagai minyak lampu, saus salad hingga gabungan bumbu pecel nan sedap.

Open Sesame! Itu ialah mantra dalam dongeng Syahrazad (Sheherazade) yang diyakini sanggup membuka semua pintu rahasia. Dalam bahasa Inggris, sesame seed ialah wijen. Lalu, apa hubungannya wijen dengan dongeng Syahrazad?

Wijen memang termasuk salah satu bumbu pertama yang digunakan peradaban manusia. Di zaman Babilonia (2000 tahun sebelum Masehi), misalnya, minyak wijen digunakan untuk materi parfum, obat, maupun bumbu masak. Sebelum itu, minyak wijen digunakan dalam peradaban Arab sebagai minyak lampu. Maka, bila Aladin menggunakan lampu wasiat untuk mendatangkan apa saja, maka Syahrazad cukup minyaknya sebagai mantra sandi.

Dalam mitologi Syria diceritakan perihal para tuhan yang minum wine dari wijen sebelum membuat alam semesta. Banyak sekali masakan dunia yang menggunakan wijen sebagai penyedap.

Wangi Gurih Sambal dari Bumbu Kuno Bernama WijenFoto: detikFood

Kita kenal minyak wijen dalam masakan Tionghoa. Orang Jepang menyajikan shabu-shabu dengan saus wijen yang disebut goma dare. Di Israel, saus yang paling terkenal ialah tahini, juga dibentuk dari wijen.

Tahini digunakan untuk menyedapkan sangat banyak makanan populer, seperti: falafel, humus, baba-ganus – sehingga bersahabat disebut sebagai mentega Timur Tengah. Orang Arab juga mencampurkan sangraian wijen hitam ke dalam nasi mereka. Dalam masakan Nusantara, wijen cukup banyak kita temukan.

Onde-onde menggunakan taburan wijen di cuilan luarnya. Di Jawa ada makanan yang disebut cabuk, yaitu pepes dari wijen – disangrai hingga berwarna hitam – lalu ditumbuk dan dicampur dengan aneka macam bumbu gurih-pedas. Warnanya hitam, sehingga sesudah menyantapnya, muncul "kumis" di sekitar bibir kita.

Wangi Gurih Sambal dari Bumbu Kuno Bernama WijenFoto: Odilia Winneke

Ini berbeda dengan makanan terkenal lain di Solo yang disebut cabuk rambak, yaitu irisan tipis ketupat (atau gendar), disiram dengan sambal wijen. Sambal wijennya menggunakan rajangan halus daun jeruk, sehingga mencuatkan aroma yang sangat harum.

Nutrisi wijen paling gampang diserap dalam pencernaan kita bila berbentuk minyak, atau dilembutkan – ibarat tahini, atau sambal wijen ini. Bila masih utuh, nutrisinya sulit diurai dalam sistem pencernaan kita.

Sambal wijen yang dimaksud di sini terkenal digunakan sebagai alternatif sambal pecel. Bila disajikan dengan nasi merah, pecel sambal wijen menjadi hidangan istimewa! Di Solo, pecel sambal wijen kini sedang naik daun semenjak disajikan di Waroeng Pecel Solo.

Di tepi Stadion Manahan, misalnya, banyak sekali dijumpai penjual pecel sambal wijen. Begitu pula di tempat-tempat jajanan lainnya di Solo. Waroeng Pecel Solo punya daerah yang menyenangkan, dan sudah buka cabang di Yogyakarta. Bulan Agustus 2010 rencananya juga buka cabang di Jakarta.

Foto: detikfoodFoto: detikfood

Futiha.com Ubud - Proses pengolahan kopi luwak dalam versi mikro sanggup dilihat di sini. Tentunya kopi luwak sanggup dinikmati dengan panorama indah kebun yang menghijau.

Kopi luwak belakangan terkenal di daerah Ubud Bali. Di beberapa tempat tersedia kopi luwak berikut 'tontonan' luwak dalam sangkar sampai proses penyeduhan kopinya. Mungkin ini alasannya yaitu di mancanegara kopi luwak dari Indonesia sangat terkenal.

Pertama alasannya yaitu langka dan mahal harganya. Kedua alasannya yaitu rasanya tak terlalu asam. Memenuhi undangan wisatawan maka banyak rumah kopi luwak dibuka di sekitar Ubud yang berhawa sejuk.

Bali Pulina : Napak Tilas Perjalanan Secangkir Kopi Luwak yang Kini PopulerFoto: detikfood

Salah satu yang populer, Bali Pulina. Terletak di daerah Tegallalang, Gianyar, Ubud yang berudara sejuk. Pintu gerbang berukir khas Bali menarik untuk berfoto sebelum memasuki daerah ini. Di pintu masuk harus membeli tiket seharga Rp 100.000.

Kami diantar oleh petugas berseragam cokelat muda. Sedikit naik ke atas dalam jarak beberapa meter kami sudah melihat dua sangkar besar berisi luwak yang sedang tidur. Di sudut sangkar berkawat terdapat wadah berisi buah kopi yang masak.

Menurut petugas, mereka hanya sebagai pola semoga pengunjung sanggup melihat bentuk orisinil luwak yang selalu tidur di siang hari. Karena model penangkaran dengan sangkar banyak dilakukan oleh perkebunan kopi luwak. Luwak 'dipaksa' makan biji kopi yang sudah dipilih orang bukan diseleksi oleh luwak sendiri.

Bali Pulina : Napak Tilas Perjalanan Secangkir Kopi Luwak yang Kini PopulerFoto: detikfood

Dari sangkar luwak kami beranjak ke sebuah bangunan dari bambu yang mengatakan proses pengolahan biji kopi luwak secara tradisional. Biji kopi yang sudah dicuci, dikeringkan, dikupas kulit arinya kemudian disangrai dengan api kayu bakar. Selanjutnya biji kopi ditumbuk dengan lesung kayu dan disaring. Kopi bubukpun sudah siap diseduh dengan air panas.

Kalau mau pengunjung sanggup menyangrai biji kopi sambil berfoto. Di pondok sebelahnya ada peragaan bermacam-macam alat masak, alat bajak dan epilog lisan kerbau khas Bali. Alat tersebut sudah banyak yang tidak dipakai. Minimal 'museum' kecil ini sanggup jadi sumber informasi soal masyarakat agraris Bali.

Menuruni tangga kami diajak singgah ke bar yanga da di sisi kanan. Kalau mau berfoto bagus sanggup menyinggahi panggung berundah yang ada di bab tengah. Karena sisinya hamparan kebun maka sangat cocok buat seldie atau wefie. Sementara di sela-selanya banyak flora buah dan rempah yang diberi nama sehingga sanggup jadi sumber informasi. Mulai dari terong susu, kayu manis, kayu putih sampai kecombrang.

Bali Pulina : Napak Tilas Perjalanan Secangkir Kopi Luwak yang Kini PopulerFoto: detikfood

Beberapa pondok juga ada di sisi kanan dan kiri yang letaknya sedikit jauh dari bar tetapi lebih nyaman jikalau ingin berlama-lama. Tiket yang kami bayarkan termasuk satu paket aneka minuman, satu cangkir kopi dan camilan. Sebagian besar pengunjung yaitu turis asing. Duduk di bar dengan hamparan kebun plus udara cuek memang terasa nyaman. Meski kami harus menunggu sedikit usang untuk kopi dan makanan yang disajikan.

Set minuman pertama yang disajikan, terdiri dari 8 jenis minuman termasuk kopi. Terdiri dari lemon tea, ginger tea, ginger coffee, ginseng coffee, chocolate coffee, pure cocoa, vanilla coffee dan pure Bali coffee. Awalnya kami menduga akan diberi suguhan bermacam-macam jenis kopi single origin dari Bali dan sekitarnya, tetapi ternyata aneka minuman hangat yang tak terlalu istimewa. Beberapa terasa menyerupai produk minuman instan.

Kami menentukan kopi luwak buatan Pulina untuk menemani jajanan yang sudah disiapkan. Kopi seduh tubruk disajikan dalam cangkir putih, warnanya hitam sedikit kecokelatan. Aromanya tak terlalu tajam, nyaris datar dan rasanya juga tak ada jejak asam dan fruity. Buat kami sebagai penyuka kopi lokal, rasanya kurang mantap.

Bali Pulina : Napak Tilas Perjalanan Secangkir Kopi Luwak yang Kini PopulerFoto: detikfood

Yang menarik justru jajanan yang jadi suplemen kopi luwak. Pisang goreng dan lupis. Pisang goreng yang diiris memanjang dengan balutan tepung renyah dikucuri karamel. Pisangnya legit dan wangi. Demikian juga dengan lupis yang pulen legit dengan kucuran gula merah.

Hirupan kopi luwak dan kunyah pisang goreng legit terasa lengkap dengan udara sejuk dan pemandangan serba hijau. Kami tak diganggu lalat tetapi lebah yang kemudian lalang alasannya yaitu tempat duduk kami persis di bawah pohon dengan sarang lebah menggantung.

Kalau masih ingin lebih puas, Anda masih sanggup singgah di toko buah tangan yang ada di sisi kanan bersahabat pintu keluar. Ada bermacam-macam kopi luwak dan kopi Bali, wedang jahe instan dan bermacam-macam rempah lainnya termasuk madu. Tempat ini cocok buat yang pengin ngopi dengan suasana beda. Jika kata orang kopi luwak mahal, Anda sanggup buktikan di tempat ini. Yuk, ngopi!

Bali Pulina
Sebatu, Tegallalang, Gianyar, Ubud
Bali
Jam Buka : 08.00 - 19.00

Foto: DetikfoodFoto: Detikfood

Futiha.com Jakarta - Selain jadi tempat rekreasi keluarga, daerah Ragunan juga dapat jadi tempat berburu kuliner. Salah satunya jajanan kampung camilan anggun rangi.

Melintas jalan menuju ke daerah Ragunan, Anda akan melihat banyak penjaja camilan anggun rangi yang bersiap dengan gerobak khasnya. Tangannya gesit meracik camilan anggun tradisional ini sambil sesekali memastikan api tetap menyala dengan baik.

Merasa terpengaruhi dengan sensasi enak camilan anggun ini sekaligus ingin mengobati rasa kangen pada jajanan yang mulai sulit ditemui ini, hasilnya detikFood menghampiri salah satu penjual. Namanya Pak Bambang, penjual camilan anggun rangi yang hampir 3 tahun setia berjualan camilan anggun rangi di daerah ini.
Jajan Kue Rangi yang Gurih Manis di Kawasan RagunanFoto: Detikfood
Baca juga : Kue Rangi Gurih yang Berpadu dengan Saus Legit

Pria ramah ini menjelaskan proses untuk menciptakan camilan anggun rangi. Adonan kering yang terdiri dari tepung sagu, kelapa parut dan garam diisi ke dalam cetakan camilan anggun rangi. Adonan ini lalu diratakan hingga semua rongga cetakan penuh dan rata.

Dibutuhkan waktu memasak kurang lebih 3 menit hingga camilan anggun 3/4 matang. Setelah itu bab permukaan camilan anggun diolesi dengan "selai" gula merah yang rasanya anggun dan bertekstur kental.

Bahan bakar yang dipakai untuk memasak camilan anggun rangi yaitu kayu bakar jadi camilan anggun rangi mempunyai aroma yang khas dan lebih sedap.

Setelah matang, camilan anggun diangkat memakai besi panjang yang ditusukkan ke camilan anggun rangi. Proses pemasakannya tidak hingga 5 menit, simpel.

Kue lalu dapat eksklusif dinikmati. Teksturnya renyah dengan rasa anggun dari selai gula merah yang mendominasi rasa kue. Enak!
Jajan Kue Rangi yang Gurih Manis di Kawasan RagunanFoto: Detikfood
Baca juga : Siang Ini Enaknya Ngemil Jajanan Kue Rangi dan Es Podeng

Harga camilan anggun rangi di daerah ini terbilang cukup tinggi namun masih terjangkau, sekotak camilan anggun rangi dibanderol dengan harga Rp 8.000. Tapi jikalau membeli 2 kotak maka cukup membayar Rp 15.000.

Ada lebih dari 10 penjual camilan anggun rangi yang setiap hari "mangkal" di daerah Ragunan. Mereka berjualan mulai pagi hingga sore hari. Tertarik?

Foto: Sudirman WamadFoto: Sudirman Wamad

Futiha.com Cirebon - Usai wisata ziarah dan masakan di Cirebon, jangan lewatkan buah tangan khas kota udang ini. Ada intip yang gurih renyah sebagai pilihan.

Selain populer sebagai destinasi wisata ziarah, Cirebon juga memanjakan penikmat masakan dengan makanan khasnya yang enak. Ada nasi jamblang, empal gentong, docang, hingga mie koclok yang sayang dilewatkan.

Dari sederet makanan khas tersebut, ada juga makanan khas yang paling diburu dan menjadi buah tangan khas Cirebon. Bernama intip, makanan ringan ini ibarat rengginang.

Main ke Cirebon, Jangan Lupa Bawa Oleh-oleh Intip yang Gurih Renyah!Foto: Sudirman Wamad

Bentuknya bundar dengan tekstur keras alasannya yaitu menggunakan kerak nasi sebagai materi bakunya. Ada intip gurih yang biasanya berwarna putih dan intip anggun dengan warna cokelat.

Intip banyak dijual di tempat wisata ziarah kompleks Makam Sunan Gunung Jati, Desa Astana, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Mayoritas mereka menjual intip orisinil Kecamatan Gunung Jati Cirebon. Salah satu penjual, Muk (32) menyampaikan intip atau kerak nasi menjadi buah tangan yang paling diburu peziarah atau wisatawan. Secara bebuyutan Muk berjualan intip. Selain intip, Muk juga menjual makanan khas lainnya.

Main ke Cirebon, Jangan Lupa Bawa Oleh-oleh Intip yang Gurih Renyah!Foto: Sudirman Wamad

"Tapi intip yang paling santer diburu wisatawan. Sekarang saja stoknya mulai menipis. Kalau jajanan lain kan sanggup didapat di tempat lain, ibarat kripik melinjo dan manisan pepaya," kata Muk.

Muk menyampaikan materi baku intip ia dapatkan dari wilayah Cirebon dan Indramayu. Untuk satu kilogram materi baku intip mentah dihargai Rp 15 ribu. Biasanya, lanjut Muk, setiap bulan dirinya memasak satu kuintal intip mentah. Sedangkan, untuk intip yang siap santap dijual seharga Rp 45 ribu per kilogramnya.

"Untuk 50 kilo intip mentah itu proses memasaknya membutuhkan waktu sekitar lima jam. Satu bulan kami memasak satu kuintal intip. Nah, satu kuintal itu habis terjual dalam satu hingga dua pekan," kata Muk seraya menawarkan stok intip mentah.

Main ke Cirebon, Jangan Lupa Bawa Oleh-oleh Intip yang Gurih Renyah!Foto: Sudirman Wamad

Muk menambahkan ada dua varian rasa intip yaitu anggun dan asin. Dikatakan Muk, penjualan intip biasanya mengalami peningkatan dikala simpulan pekan dan momen perayaan hari-hari besar Islam, ibarat maulid atau lebih dikenal muludan.

"Kalau muludan itu banyak peziarah. Selain muludan, kliwonan, safaran, dan lainnya. Kalau simpulan pekan rata-rata kami sanggup mengantongi laba Rp300 ribu. Kalau muludan dan kliwonan sih lebih tinggi dari itu," tutup Muk.

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget